Unsafe acts (atau bisa disebut active failure) kini lebih dianggap para expert sebagai "konsekuensi" dari beberapa penyebab utama yang melatar belakanginya, dan bukan merupakan penyebab tunggal terjadinya suatu kecelakaan dalam suatu organisasi. James Reason (2016) menyatakan bahwa Organizational Accident terjadi dalam sistem kompleks yang memiliki berbagai safeguard yang bersifat teknis dan prosedural. Mereka muncul dari sebuah akumulasi situasi/kondisi berbahaya dari “delayed-action failure” yang terletak pada tingkat manajerial dan organisasi. Kondisi laten tersebut (atau kegagalan laten) diibaratkan seperti patogen yang menetap di dalam sistem tubuh manusia. Kecelakaan organisasi dapat terjadi jika kondisi laten ini bergabung dengan active failure (error atau violation di bagian “sharp-end”) dan faktor pemicu lokal untuk menembus atau melewati sistem lapisan pertahanan. Untuk memperjelas bagaimana suatu kecelakaan itu dapat terjadi pada sebuah organisasi, James Reason (2016) menjelaskan lebih lanjut mengenai model swiss chesse-nya sebagai berikut :
- Urutan kecelakaan dimulai dengan adanya konsekuensi negatif dari proses organisasi (seperti : keputusan yang berkaitan dengan perencanaan, kebijakan, perancangan, pengelolaan, komunikasi, penyediaan anggaran, pemantauan, audit, dan sejenisnya). Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah budaya keselamatan perusahaan.
- Beberapa kondisi laten yang tercipta pada contoh di atas ditransmisikan sepanjang jalur departemen dan organisasi ke berbagai tempat kerja / kelompok kerja tertentu di mana mereka menunjukkan diri mereka sebagai “local factor” (Reason (2016) mendefinisikan ulang sebagai “error/violation-producing condition”). Local factor atau “error/violation-producing condition” merupakan situasi tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya error atau violation, misalnya : beban kerja yang tinggi, tekanan waktu, tipe moral pekerja, keterampilan dan pengalaman yang tidak memadai, dan peralatan yang buruk, dll.)
- Pada level individu di bagian “sharp-end”, kondisi laten lokal ini digabungkan dengan psychological error dan violation tendencies untuk menciptakan unsafe act. Walaupun sejatinya banyak unsafe act yang dilakukan, tetapi hanya sedikit dari unsafe act tersebut yang akan menembus lapisan pertahanan dan pengaman untuk menghasilkan suatu hasil yang buruk (baca: kecelakaan). Mengapa demikian? Karena suatu organisasi biasanya menerapkan multiple defence / safeguard untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
- Namun, fakta menyatakan bahwa fitur keselamatan yang direkayasa, standar, kontrol, prosedur, dan sejenisnya ternyata dapat menjadi tidak sempurna karena adanya kondisi laten serta kegagalan aktif (ditunjukkan oleh panah yang menghubungkan Organization dengan Defence). Apabila hal itu terpenuhi, maka terjadilah kecelakaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar